Advance Web Deveopment Batch I
Advance Web Development atau pengembangan web lanjutan adalah tahap pengembangan aplikasi web yang fokus pada penerapan teknologi, arsitektur, dan metodologi canggih untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks, aman, dan scalable. Berbeda dengan pengembangan dasar yang hanya mencakup HTML, CSS, dan JavaScript, pengembangan lanjutan biasanya melibatkan framework modern seperti React, Vue.js, Angular di sisi frontend, serta Node.js, Laravel, Django, atau Spring Boot di sisi backend. Tujuan utama pengembangan ini adalah menciptakan web aplikasi yang responsif, cepat, dan mampu menangani beban pengguna yang tinggi.
Konsep MVC (Model-View-Controller) merupakan pola arsitektur yang memisahkan logika aplikasi menjadi tiga komponen utama agar kode lebih terstruktur dan mudah dikelola. Model berfungsi menangani data dan logika bisnis, View bertanggung jawab untuk menampilkan data kepada pengguna, sedangkan Controller menjembatani Model dan View dengan menangani permintaan (request) dan menentukan respon (response). Konsep ini banyak digunakan dalam framework modern untuk mempermudah pengembangan aplikasi berskala besar dan mengurangi duplikasi kode.
Framework CSS hadir untuk membantu pengembang membangun antarmuka web yang rapi, responsif, dan konsisten tanpa harus menulis CSS dari nol. Beberapa framework CSS populer seperti Bootstrap, Tailwind CSS, dan Bulma menyediakan komponen siap pakai serta sistem grid yang mempermudah pembuatan layout responsif. Dengan framework CSS, developer dapat fokus pada logika aplikasi tanpa terbebani masalah tampilan, sekaligus memastikan desain antarmuka yang sesuai standar user experience.
Dalam PHP OOP (Object-Oriented Programming), pengembang menulis kode menggunakan konsep kelas (class) dan objek (object) untuk membuat program yang modular, reusable, dan mudah dikembangkan. OOP mendukung prinsip-prinsip seperti encapsulation, inheritance, dan polymorphism sehingga kode lebih terstruktur dan terorganisir. Pendekatan OOP menjadi dasar bagi framework PHP modern seperti Laravel, karena membantu mengelola kompleksitas aplikasi web yang semakin berkembang.
Laravel Dasar memperkenalkan pengembang pada framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dengan cepat dan efisien. Laravel mengimplementasikan konsep MVC, routing yang fleksibel, migration untuk manajemen database, blade templating engine, dan Eloquent ORM untuk query database secara OOP. Bagi pemula, Laravel sangat membantu dalam memahami struktur aplikasi web modern karena dokumentasi yang lengkap dan komunitasnya yang besar.
Pada tahap lanjutan, pengembang akan mempelajari Dasar API dan cara Membuat API dengan Laravel. API (Application Programming Interface) memungkinkan aplikasi berkomunikasi dengan sistem lain, baik itu aplikasi mobile, frontend JavaScript, maupun layanan pihak ketiga. Dalam Laravel, API dapat dibuat dengan mudah menggunakan route khusus (api.php), resource controller, dan response JSON. Setelah aplikasi selesai dikembangkan, tahap terakhir adalah Deployment, yaitu proses mengonlinekan aplikasi ke server produksi, misalnya di VPS, cloud platform (seperti AWS, DigitalOcean), atau shared hosting. Deployment juga mencakup konfigurasi web server (Nginx, Apache), environment variable, dan optimasi performa.